29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Buton Selatan Mengagendakan Penyepurnaan Sejumlah Perda

Batauga-Timurmerdeka.com. Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), rencananya akan menyempurnakan sejumlah peraturan daerah (Perda) beberapa diantaranya adalah Perda Retribusi, dan perda lainnya. Hal ini dikatakan Bupati Busel Agus Feisal Hidayat belum lama ini di Batauga.

Agus Feisal Hidayat menjelaskan, sejumlah Perda Busel itu, rata-rata masih Perda Induk Kabupaten Buton. Artinya adanya perda itu, harus direvisi, jangan lagi ada yang tunda-tunda, karena suksesnya perda, itu berarti regulasi kinerja juga aman.

“Saya menyampaikan kepada semua yang berwewenang agar mempercepat langkah penyesuaian penyelesaian Perda. Selain itu dipercepatnya Perda, merupakan patokan percepatan kinerja, dan juga merupakan akumulasi memudahkan terbangunnya system pemerintahan Busel yang baik dan komprehensif”, ujarnya.

Selain itu, tambah Agus sapaan akrab Nakhoda Kabupaten Busel mengingatkan, percepatan pembangunan itu, bilamana sudah regulasinya ada, dan otomatis semua bidang gampang menindak lanjuti pekerjaan disemua lini bidang pembangunan.

Karena itu, semua perangkat lunak, dalam merancang guna bangun, supaya disiapkan terutama yang membidangi bagian hukum disekretaritan Pemda.

“Saya telah perintahkan semua link yang ada di Busel, agar dapat mempermudah langkahnya, terutama percepatan perangkat lunak Perda. Khususnya dibidang hukum, segera mencari konsiderannya percepatan Perda itu”, terangnya.

Menindak lanjuti tentang Visi-Misinya, pasangan Asli yang memimpin pemerintahan Busel dewasa ini, sebagaimana paparannya di DPRD Busel kala itu, tentu akan terus disesuaikan, seiring waktu berjalannya pembangunan di Busel. Sehingga semua elemen dalam porsi kegiataannya untuk mempercepatnya.

Pendek kata, suksesnya tahap-tahapan pembangunan pada jangkan pendek itu, sesuai dengan titik awal peletakkan pembangunan didaerah ini.

“Mengenai Visi-Misi Agus-Sani (Asli), tentu akan terus dijadikannya sebagai patron kinerja Pemda Busel. Harapannya semua anggaran daya serapnya minimal 70 persen, sebelum memasuki APBD perubahan kelak”, ujarnya.

Menyikapi kekurangan budget dalam hal merancang bangun Busel, Agus mengungkapkan,  upayanya dipertengahan tahun 2017 lalu itu, sudah maksimal.

Di tahun 2018 ini, bukan satu-satunya anggaran mengandalkan APBD Busel saja, melainkan ada beberapa upaya, seperti menjolok sejumlah dana di pusat,  termasuk dana dekon yang sudah “deal”, belum lama ini.

“Membangun pembangunan diberbagai bidang di Busel, bukan uang sedikit, melainkian banyak dana yang kita butuhkan. Kita baru berhasil dapat dekon Rp 60 miliayar. Harapannya di beberapa kementerian, mau berbaik hati pada Busel”, ungkapnya. (Gino. SM).

%d blogger menyukai ini: