Suara dari desa mola selatan

Wakatobi-Timur Merdeka.com-Selasa, 12/04/2022Seorang Kepala Desa di Wakatobi Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Desa Mola Selatan, nyatakan sikap mengenai Bentuk Transparansi dan Prosedur penggunaan ADD dan DD Kepala Desa Mola Selatan DADANG mengatakan bahwa ini pengalaman pertama saya sebagai Kepala Desa, diregulasi pertama ada beberapa tahapan yang perluh kita sampaikan mengenai ADD & DD ada Musrenbang & APBDES tetapi sebelum kita masuk ke Musrenbang atau ke APBDES kita memiliki jadwal khusus dimana tiap satu Minggunya itu minimal 1malam maximal 2 malam, malam sabtu dan malam minggu sosialisasi kepada masyarakat menjelaskan bahwa anggara ADD ataupun DD tahun ini selain kita mengalami deficit anggaran yang dimana deficit anggaran ini berlakudiseluruh Indonesia.Yang kedua dengan adanya Pempres 104 itu yang harus kami anggarkan itu 68% dari program Pempres 104 itu 40% untuk BLT 20% ketahangan pangan dan 8% penanganan Covid itu yang hari ini kami belum bekerja maximal seperti apa yang menjadi aspirasi masyarakat selama kami edukasi karena memang Pempres 104 juga ini menjadi kewajiban kami sebagai pemerintah Desa untuk melakukannya.

Jadi program Musrenbang desa itu dilaksanakan satu kali dalam satu tahun, memang ada mekanismenya itu selain musrenbang ada musyawara dusun dulu baru musyawara desa hanya kita menambahkan karena mengingat,,biasa terjadi di masyarakat kita ini terkadang kita mengundang masyarakat ini dari 60 orang bahkan diatas 60 orang itu yang hadir di musrenbang itu hanya 3 sampai 20 lebih kemudian kita menambahkan diagro tersendiri dan selain mengundang kembali kita membuat jadwal untuk tiap malam di beberapa titik diwilayah masing masing dengan beberapa toko toko,untuk kembali menyampaikan terkait ADD ataupun DD didalam desa ini. Bahwa dimana anggaran ini tidak sepenuhnya itu kita bisa membawah anggara ini ke wilayah program yang seperti apa yang diaspirasikan masyarakat, karena sertap sendiri sj di ADD itu hampir 90% kemudian DD sendiri dari 68% tersisa 32% kita masih mengeluarkan gaji lagi, ada gaji kader desa, ada gaji petugas kebersihan, kemudian guru ngaji dan guru Paud sehingga tahun ini kami mengalami betul betul ujian untuk bagaimana menyampaikan kepada wargauntuk20% itu juga harus diproritaskan sesuai ketahangan pangan apa yang dimiliki maksudnya sesuai kondisinya kita di mola ini kan bukan masyaraka seperti yang di darat yang ada kebun tp priorotas masyarakat nelayan semua yang jelas sebagian yang kita tafsirkan di 20% ini yaitu apa yang menjadi aspirasi masyarakat kitaminta diwilayah pemberdayaan untuk menyambut kehidupan mereka. Klau melaut itu kendala mereka kadang bodinya atau kapalnya mereka ini yang tidak maksimalTotal keseluruhan anggarauntuk desa mola selatantahun 2021 itu sekitar 1,5miliar lebih danyang pertama kali menerima anggran desa.

Kepala desa mola selatan DADANG melakukan musrenbang pada tanggal 27 Desember 2021, tapi hanya disampaikan sama teman teman bahwa dia harus masuk ke awal tahundi musrenbang ini kami mitra kerja pemerintah desa dan anggota BPD dihadiri juga beberapa toko yang masing masing diwakili dari beberapa dusun ada yang namanya sara sebagian, selain sara hukumu ini terbagi ada beberapa mesjid,ada guru ngaji,trus ada pemangku adat yang kita undang selain ini toko agama dan toko masyarakat toko perempuan dn toko pemuda kita undang dan di hadiri pendamping desa atasnama ASRIADI dan pendamping kabupaten rencana kerja yang terealisasi tahun2021 itukemarin hanya jembatan tapi ada beberapa titik yang tidak dilanjutkan pekerjaannya karena mengingat kondisi jembatan sendiri dengn rencana pekerjaan mereka itu tidak sesuai sehingga sayasampaikan kita menunggu APBDES perubahan karena dari rencana awal mereka di APBDES 2021 kan saya lihat ada rehap dan saya lihat kondisi jembatan ini tidak butuh direhap lagi tapi butuh pekerjaan baru karena mengingat kalau direhap saja ini berarti mubajir anggaran paling 1 tahun maximal 2 tahun roboh lagi sayang puluhan jutayang hanya kita peruntuhkan rehap mungkin kita hitung kerja baru saja kalau memang anggaran tidak mampu maka kita alihkan perjaannya ke tempat lain yang bisa mampu disesuaikan baku anggaran tahun ini jdi kemarin diputuskan rapat bersama toko bahwa jembatan itu dibatalkan kemudian pada saat APBDES perubahan kita alihkan ke paping blok atas musyawarat masing perangkat desa, BPD, dan toko masyarakat dan sebagian anggaran di larikan ke tong sampah tahapan pencairan anggara 3 kali setahun yaitu 40%, 40%, dan terakhir 20% untuk lokasi jembatan yang tidak dilanjutkan itu  berlokasi di dusunnelayan desa mola selatan perencanaan tahun kemarin hanya itu kerena saya baru tahun ini ada Perencanaan. di tahun kemarin untuk perencanaan sanpai penetapan APBDES nya itu belum saya jadi kepala desa.

Ada beberapa program yang sudah di tetapkan ini termaksud pembanguna infrakstruktur itu saya lihat tidak cocok untuk di rehap sehingga saya batalkan pekerjaan nanti di alihkan ke pekerjaan lain

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: